Microsoft, perusahaan software terbesar dunia, Selasa kemarin mengumumkan salah satu langkah kepeduliannya terhadap pendidikan anak-anakkurang mampu. Program ini dikhususkan bagi anak-anak kurang mampu yang ada di Amerika. Dengan mengadopsi versi Windows XP yang ada, Microsoft menggagas penyediaan laptop gratis untuk anak-anak tersebut.
Selain itu, langkah ini diambil Microsoft dalam rangka membendung rivalnya, Linux, dalam menguasai pasar. Karena seperti yang kita tahu, Linux bersifat gratis, sehingga anak-anak yang kurang mampu pasti akan memilih Linux sebagai Sistem Operasi. Apalagi versi-versi terbaru Linux saat ini semakin matang dalam interaksi antar mukanya. Tentu saja ini bukan kabar baik bagi pihak Microsoft.
Oleh karenanya wajar jika Microsoft mengatasinya dengan program non profit One Laptop per Child Foundation's small green-and-white XO laptop. Seperti yang dilansir Reuters dalam wawancaranya dengan Will Pole, Wakil Presiden Microsoft Corp. menandaskan, “Kami menganggarkan sejumlah dana yang tidak sedikit untuk proyek ini”.
Program ini sendiri akan dimulai di Massachusetts Institute of Technology, rencana akan dimulai dengan memproduksi laptop seharga $188 di China pada minggu yang akan datang, penjualan ini juga direncanakan dapat mendukung jutaan anak sekolah baik di Asia, Afrika, dan Amerka Latin. Yayasan ini juga akan menjual laptop-laptop seharga $400 di Amerika Serikat dan Kanada dalam rangka mengumpulkan dukungan dana.
Jika yayasan ini dapat memenuhi targetnya dalam memproduksi jutaan laptop yang dilengkapi Windows untuk anak-anak sekolah di seluruh dunia, maka langkah Windows untuk memegang pasar sistem operasi akan semakin mantap.
Tampilkan postingan dengan label software. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label software. Tampilkan semua postingan
Minggu, 29 November 2009
Tidak selamanya Software Versi Terbaru Lebih Baik
Kadangkala kita temui suatu versi program yang baru ternyata tidak lebih baik di banding versi sebelumnya, bahkan kadang lebih buruk. Kurang lebih ditemukan 13 aplikasi program dimana pengguna lebih menyukai versi sebelumnya daripada yang terbaru.
Developer software selalu ingin Anda mempercayai bahwa setiap produk terbaru mereka akan selalu lebih baik, padahal tak jarang banyak kekurangan yang mereka sembunyikan dibalik kecepatan prosesor dan RAM yang lebih tinggi dari requirements sebelumnya. Banyak aplikasi yang dewasa ini selalu menyiratkan bahwa versi terbarunya dibuat untuk mengatasi kebutuhan atas kemajuan pemakaian software. Tetapi seperti yang kita ketahui, tidak selamanya hal itu benar.
Kita semua pastinya ingat bagaimana aplikasi perangkat lunak (software) itu sendiri berkembang dari yang paling sederhana hanya berukuran sekitar 1 MB hingga menjadi sebuah aplikasi raksasa dengan ukuran yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya hingga kita memerlukan seorang ahli untuk menerangkannya. Pada perkembangannya kadangkala sebuah aplikasi membuang beberapa fitur terbaiknya hanya supaya dapat mengembangkan fitur lebih kompleks yang nantinya diharapkan mempunyai nilai jual lebih tinggi. Hal ini dapat kita lihat dari semakin 'rakus'-nya sebuah aplikasi memakan space dalam sistem komputer kita. Tentu saja pemakai sering tidak menyadarinya, karena lebih suka dibuai dengan tampilan interface yang lebih indah, tombol-tombol yang cantik, yang mungkin sebenarnya tidak begitu berguna. Namun itulah kenyataanya.
Namun ada satu hal yang harus diingat adalah bahwa jika kita memutuskan untuk bertahan memakai versi software yang lama, maka pastikan bahwa dari segi keamanan, aplikasi yang lain dapat mendukung. Sebab seringkali suatu versi terbaru dari sebuah aplikasi memakai celah keamanan sebagai senjata untuk memaksa penggunanya untuk beralih kepada versi terbaru yang dikeluarkan, dan resiko seperti ini harus diperhitungkan dengan baik. (dna)
Developer software selalu ingin Anda mempercayai bahwa setiap produk terbaru mereka akan selalu lebih baik, padahal tak jarang banyak kekurangan yang mereka sembunyikan dibalik kecepatan prosesor dan RAM yang lebih tinggi dari requirements sebelumnya. Banyak aplikasi yang dewasa ini selalu menyiratkan bahwa versi terbarunya dibuat untuk mengatasi kebutuhan atas kemajuan pemakaian software. Tetapi seperti yang kita ketahui, tidak selamanya hal itu benar.
Kita semua pastinya ingat bagaimana aplikasi perangkat lunak (software) itu sendiri berkembang dari yang paling sederhana hanya berukuran sekitar 1 MB hingga menjadi sebuah aplikasi raksasa dengan ukuran yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya hingga kita memerlukan seorang ahli untuk menerangkannya. Pada perkembangannya kadangkala sebuah aplikasi membuang beberapa fitur terbaiknya hanya supaya dapat mengembangkan fitur lebih kompleks yang nantinya diharapkan mempunyai nilai jual lebih tinggi. Hal ini dapat kita lihat dari semakin 'rakus'-nya sebuah aplikasi memakan space dalam sistem komputer kita. Tentu saja pemakai sering tidak menyadarinya, karena lebih suka dibuai dengan tampilan interface yang lebih indah, tombol-tombol yang cantik, yang mungkin sebenarnya tidak begitu berguna. Namun itulah kenyataanya.
Namun ada satu hal yang harus diingat adalah bahwa jika kita memutuskan untuk bertahan memakai versi software yang lama, maka pastikan bahwa dari segi keamanan, aplikasi yang lain dapat mendukung. Sebab seringkali suatu versi terbaru dari sebuah aplikasi memakai celah keamanan sebagai senjata untuk memaksa penggunanya untuk beralih kepada versi terbaru yang dikeluarkan, dan resiko seperti ini harus diperhitungkan dengan baik. (dna)
Nokia N 95-3 Smartphone
Hal pertama yang dapat dikatakan dari Nokia seri N 95-3 ini adalah paduan nyata telepon seluler dengan komputer multimedia. Hal ini tentu saja disebabkan karena berbagai fitur multimedianya yang sangat lengkap, mulai dari music player, video player dan streaming Internet player yang menangani program-program gratis Nokia (Sony Pictures thrillers, RoofTop Comedy, FreeBeTV, YouTube mobile dan seterusnya). Selain itu masih ditambah dengan fasilitas slide show untuk gambar foto-foto, dan dilengkapi pula dengan tombol-tombol multimedia.
Nokia N95 GPS
Sistem Operasi yang dipakai smartphone ini adalah Symbian S60 3.1 yang dapat diakses pada komputer Mac maupun Windows. Symbian S60 3.1 juga memberikan fitur lengkap untuk aplikasi PIM (kontak, kalender, organizer, catatan) sebaik email dan yang merupakan bagian terbaik adalah full HTML web browsers untuk mobile phone (yang hanya bisa ditandingi iPhone). Selengkapnya fitur dari N 95-3 juga dulengkapi dengan WiFi 802.11b/g, Bluetooth 2.0 +EDR with Bluetooth stereo A2DP dan memory microSD card yang kompatibel hingga 2 GB. Selain itu smartphone ini juga terintegrasi dengan GPS dan dan software Nokia Maps yang mencakup jangkauan world wide web terbaru dari Nokia sendiri. Display layar mempergunakan QVGA 240 x 320 16 juta warna selebar 2.6 inch dengan sensor yang mengatur secara otomatis tingkat kecerahannya.
Seri Nokia N 95-3 merupakan salah satu seri N 95 yang diperuntukkan bagi peredaran pasar Amerika, yang tentu saja mungkin akan sedikit berbeda dengan seri N 95 yang diperuntukkan bagi peredaran di pasar Asia da Eropa. Smartphone ini tersedia dalam dua pilihan warna, hitam dan tembaga, sedangkan sisi depan berwarna silver.(dna)
Nokia N95 GPS
Sistem Operasi yang dipakai smartphone ini adalah Symbian S60 3.1 yang dapat diakses pada komputer Mac maupun Windows. Symbian S60 3.1 juga memberikan fitur lengkap untuk aplikasi PIM (kontak, kalender, organizer, catatan) sebaik email dan yang merupakan bagian terbaik adalah full HTML web browsers untuk mobile phone (yang hanya bisa ditandingi iPhone). Selengkapnya fitur dari N 95-3 juga dulengkapi dengan WiFi 802.11b/g, Bluetooth 2.0 +EDR with Bluetooth stereo A2DP dan memory microSD card yang kompatibel hingga 2 GB. Selain itu smartphone ini juga terintegrasi dengan GPS dan dan software Nokia Maps yang mencakup jangkauan world wide web terbaru dari Nokia sendiri. Display layar mempergunakan QVGA 240 x 320 16 juta warna selebar 2.6 inch dengan sensor yang mengatur secara otomatis tingkat kecerahannya.
Seri Nokia N 95-3 merupakan salah satu seri N 95 yang diperuntukkan bagi peredaran pasar Amerika, yang tentu saja mungkin akan sedikit berbeda dengan seri N 95 yang diperuntukkan bagi peredaran di pasar Asia da Eropa. Smartphone ini tersedia dalam dua pilihan warna, hitam dan tembaga, sedangkan sisi depan berwarna silver.(dna)
Aplikasi Internet untuk Orang Buta
Orang yang mengalami kebutaan pada matanya, ketika akan menggunakan computer pada umumnya dibantu dengan software screen-reader. Namun untuk membeli software screen-reader biayanya cukup mahal, sekitar lebih dari USD 1.000, sehingga terkadang mereka tidak bisa duduk seperti orang biasa di perpustakaan atau di warung Internet (warnet). Kini, sebuah program dengan dasar Web terbaru akan membantu para orang buta untuk mengubah situasi tersebut.
Program yang ada di web tersebut bernama WebAnywhere. WebAnywhere dikembangkan oleh mahasiswa lulusan ilmu computer dari University of Washington, Jeffrey Bigham. Tidak seperti software lain yang harus diinstal di PC, WebAnywhere adalah sebuah aplikasi Internet yang dapat membuat Web dapat diakses oleh orang yang buta.
Bigham berharap bahwa orang yang buta akan dapat mengecek waktu keberangkatan pesawat di computer Airport, merencanakan naik bis dengan rute yang diinginkan melalui computer di perpusatakaan, atau mengetik email dengan cepat lewat Internet. Untuk mendapatkan WebAnywhere, orang yang buta harus mengaturnya untuk online, yang mugkin akan bertabrakan dengan computer yang tidak siap untuk memberikan feedback verbal kembali. Namun, Bigham menemukan dalam penelitiannya, bahwa WebAnywhere, yang khusus digunakan oleh orang buta tersebut, akan tahu trik keyboard dan kapan harus bertanya untuk bantuan.
Sekali WebAnywhere online lewat Internet, orang yang buta dapat surfing menggunakan browser WebAnywhere, yang dapat dihubungkan ke halaman web dan kemudian menyuarakan isi artikel dalam halaman tersebut dengan keras, selama computer memiliki speaker atau headphone. Program WebAnywhere juga dapat melompati bagian judul, tab, chart atau membaca halaman dari atas hingga ke bawah.
Lindsay Yazzolino, mahasiswi buta berusia 19 tahun dari Universitas Brown, yang bekerja part time di University of Washington, mengungkapkan bahwa WebAnywhere merupakan improvisasi besar dari total kekurangan akses public selama ini. Yazzolino, sangat senang dengan fitur yang dimiliki WebAnywhere dan beberapa keystroke navigasi halaman di dalamnya, terutama karena program WebAnywhere tersebut gratis digunakan.
Bigham mengharapkan orang lain dapat membuat improvisasi dengan program WebAnywhere, dengan membuatnya sebagai open source yang akan mengundang orang-orang yang suka bermain-main dengan kode dan terbuka untuk programmer dari mana saja. Richard Ladner, professor di fakultas ilmu computer University of Washington, menginginkan ada search engine komersial yang mau mengadopsi modul WebAnywhere, dan suatu saat nanti Ladner berharap, orang buta juga dapat mendisain halaman web mereka sendiri. (h_n)
Program yang ada di web tersebut bernama WebAnywhere. WebAnywhere dikembangkan oleh mahasiswa lulusan ilmu computer dari University of Washington, Jeffrey Bigham. Tidak seperti software lain yang harus diinstal di PC, WebAnywhere adalah sebuah aplikasi Internet yang dapat membuat Web dapat diakses oleh orang yang buta.
Bigham berharap bahwa orang yang buta akan dapat mengecek waktu keberangkatan pesawat di computer Airport, merencanakan naik bis dengan rute yang diinginkan melalui computer di perpusatakaan, atau mengetik email dengan cepat lewat Internet. Untuk mendapatkan WebAnywhere, orang yang buta harus mengaturnya untuk online, yang mugkin akan bertabrakan dengan computer yang tidak siap untuk memberikan feedback verbal kembali. Namun, Bigham menemukan dalam penelitiannya, bahwa WebAnywhere, yang khusus digunakan oleh orang buta tersebut, akan tahu trik keyboard dan kapan harus bertanya untuk bantuan.
Sekali WebAnywhere online lewat Internet, orang yang buta dapat surfing menggunakan browser WebAnywhere, yang dapat dihubungkan ke halaman web dan kemudian menyuarakan isi artikel dalam halaman tersebut dengan keras, selama computer memiliki speaker atau headphone. Program WebAnywhere juga dapat melompati bagian judul, tab, chart atau membaca halaman dari atas hingga ke bawah.
Lindsay Yazzolino, mahasiswi buta berusia 19 tahun dari Universitas Brown, yang bekerja part time di University of Washington, mengungkapkan bahwa WebAnywhere merupakan improvisasi besar dari total kekurangan akses public selama ini. Yazzolino, sangat senang dengan fitur yang dimiliki WebAnywhere dan beberapa keystroke navigasi halaman di dalamnya, terutama karena program WebAnywhere tersebut gratis digunakan.
Bigham mengharapkan orang lain dapat membuat improvisasi dengan program WebAnywhere, dengan membuatnya sebagai open source yang akan mengundang orang-orang yang suka bermain-main dengan kode dan terbuka untuk programmer dari mana saja. Richard Ladner, professor di fakultas ilmu computer University of Washington, menginginkan ada search engine komersial yang mau mengadopsi modul WebAnywhere, dan suatu saat nanti Ladner berharap, orang buta juga dapat mendisain halaman web mereka sendiri. (h_n)
Windows Server Core dari Windows Server 2008
Seperti yang telah dipaparkan dalam artikel sebelumnya mengenai Windows Server 2008, Windows Server Core merupakan salah satu opsi installasi yang ditawarkan oleh Microsoft dalam bundle installasi Windows Server 2008. Windows Server Core sendiri merupakan sebuah opsi installasi pada Windows Server 2008 yang meminimalisasi komponen-komponen yang tidak penting dalam server dengan tujuan untuk kestabilan dan meminimalkan resiko untuk diserang karena aplikasi/role yang ada pada server terbatas sesuai kebutuhan. Selain itu Windows Server Core juga menyediakan opsi pilihan Sistem Operasi 32 bit dan 64 bit untuk dapat disesuaikan mengikuti spesifikasi hardware yang ada.
Kehadiran Windows Server Core dalam Windows Server 2008 ini juga memberikan sebuah opsi spesifikasi hardware yang cukup melegakan di kalangan pengembang, oleh karena sistem ini tidak membutuhkan hardware spesifikasi tinggi seperti pada Vista untuk menjalankannya.
Spesifikasi minimum yang dianjurkan untuk Windows Server Core juga tidak terlalu memusingkan, karena Windows Server Core ini hanya membutuhkan sebuah otak processor Intel Pentium 4 dengan RAM 512 MB dan space penyimpanan 2 GB untuk installasi Server Core yang memakan space tidak lebih dari 1GB.
Windows Server Core sendiri tersedia dalam 3 pilihan versi, yaitu versi Standart, Enterprise dan Data Center. Untuk tampilan, Server Core menyajikan tampilan yang minimalis, karena tidak mempunyai desktop shell, wallpaper maupun screensaver. Karena ketiadaan desktop shell inilah, maka pengguna harus mempergunakan perintah Command Line pada Command Prompt untuk menjelajahi file dan directory. Untuk memaksimalkan utilisasi server, Windows Server Core juga meniadakan beberapa feature dasar Windows seperti IE (Internet Explorer), Wordpad, dan Paint. Hal ini ditempuh untuk karena aplikasi tersebut tidak berhubungan dengan fungsi server dan untuk meminimalisasi unsur Graphical User Interface (GUI) dan penggunaan efek-efek tampilan yang biasa menjadi ciri khas keunggulan Windows.
Lebih lanjut, hal yang mungkin paling disukai seorang Administrator dari Windows Server Core adalah karena dalam proses installasi kita dibebaskan untuk memilih fungsi layanan/role service dan feature mana saja untuk diinstall. Berikut ini merupakan feature-feature yang disediakan oleh Windows Server Core:
* Windows Hyper-V
* File Service
* Print Server
* ADDS (Active Directory Domain Service)
* DHCP (Dynamic Hosting Configuration Protocol)
* AD LDS (Active Directory Lightweight Directory Service)
* IIS (Internet Information Services)
* Streaming Media Service
* DNS (Domain Name Server)
Dengan tidak adanya desktop shell, maka Administrator hanya akan mempergunakan Command Prompt untuk untuk mengatur seluruh service layanan yang ada di Windows Server Core ini. Namun begitu Windows Server Core tetap mampu memberikan kinerja maksimal dan reliabilitas serta tingkat keamanan yang dapat diandalkan seperti pada opsi installasi lengkap Windows Server 2008.(dna)
Kehadiran Windows Server Core dalam Windows Server 2008 ini juga memberikan sebuah opsi spesifikasi hardware yang cukup melegakan di kalangan pengembang, oleh karena sistem ini tidak membutuhkan hardware spesifikasi tinggi seperti pada Vista untuk menjalankannya.
Spesifikasi minimum yang dianjurkan untuk Windows Server Core juga tidak terlalu memusingkan, karena Windows Server Core ini hanya membutuhkan sebuah otak processor Intel Pentium 4 dengan RAM 512 MB dan space penyimpanan 2 GB untuk installasi Server Core yang memakan space tidak lebih dari 1GB.
Windows Server Core sendiri tersedia dalam 3 pilihan versi, yaitu versi Standart, Enterprise dan Data Center. Untuk tampilan, Server Core menyajikan tampilan yang minimalis, karena tidak mempunyai desktop shell, wallpaper maupun screensaver. Karena ketiadaan desktop shell inilah, maka pengguna harus mempergunakan perintah Command Line pada Command Prompt untuk menjelajahi file dan directory. Untuk memaksimalkan utilisasi server, Windows Server Core juga meniadakan beberapa feature dasar Windows seperti IE (Internet Explorer), Wordpad, dan Paint. Hal ini ditempuh untuk karena aplikasi tersebut tidak berhubungan dengan fungsi server dan untuk meminimalisasi unsur Graphical User Interface (GUI) dan penggunaan efek-efek tampilan yang biasa menjadi ciri khas keunggulan Windows.
Lebih lanjut, hal yang mungkin paling disukai seorang Administrator dari Windows Server Core adalah karena dalam proses installasi kita dibebaskan untuk memilih fungsi layanan/role service dan feature mana saja untuk diinstall. Berikut ini merupakan feature-feature yang disediakan oleh Windows Server Core:
* Windows Hyper-V
* File Service
* Print Server
* ADDS (Active Directory Domain Service)
* DHCP (Dynamic Hosting Configuration Protocol)
* AD LDS (Active Directory Lightweight Directory Service)
* IIS (Internet Information Services)
* Streaming Media Service
* DNS (Domain Name Server)
Dengan tidak adanya desktop shell, maka Administrator hanya akan mempergunakan Command Prompt untuk untuk mengatur seluruh service layanan yang ada di Windows Server Core ini. Namun begitu Windows Server Core tetap mampu memberikan kinerja maksimal dan reliabilitas serta tingkat keamanan yang dapat diandalkan seperti pada opsi installasi lengkap Windows Server 2008.(dna)
Langganan:
Postingan (Atom)